Skip to main content

Berolahraga Di Rumah Saat Pandemi

Oleh    : M. Aziiz Shibghahtu'llah

Kuningan- Olahraga merupakan aktivitas yang bermanfaat untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh, tidak ada batasan usia untuk berolahraga dan tidak ada kata terlambat untuk berolahraga. Apalagi sejak virus ini masuk pertama kali ke Indonesia pada tanggal 2 maret 2020.

Selama masa pandemi covid-19, masyarakat diharap untuk tetap menjaga kesehatan. Selain degan mengatur pola makan, berolahraga yang cukup sangat diperlukan. Lalu olahraga mana yang lebih aman, apakah berolahraga dirumah atau diluar rumah?

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun menyampaikan  #HealthyAtHome atau #SehatdDiRumah lewat kegiatan fisik di tengah pandemi.  Menurut WHO, olahraga tak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik, tapi juga mental.

Olahraga ringan yang bisa dilakukan dirumah dan dinilai aman diantaranya senam, push-up, yoga, dan lain-lain. Kalian juga bisa memanfaatkan barang yang ada dirumah untuk dipakai berolahraga. Meskipun olahraga dirumah, tapi jangan lupa mematuhi protokol kesehatan. 

Protokol kesehatan saat berolahraga juga diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Protokol kesehatan ini disesuaikan dengan tingkat risiko olahraga dan jumlah individu, yaitu :

  1. Risiko rendah terpapar COVID-19, apabila kegiatan olahraga yang dilakukan di rumah, dilakukan sendiri atau dengan anggota keluarga, menggunakan peralatan sendiri.
  2. Risiko sedang terpapar COVID-19, apabila kegiatan olahraga di tempat umum yang dilakukan sendiri, olahraga di tempat umum dengan keluarga (kurang dari 5 orang), menggunakan peralatan sendiri.
  3. Risiko tinggi terpapar COVID-19, apabila kegiatan olahraga di tempat umum dan berkelompok, olahraga di tempat umum bersama orang lain yang bukan keluarga, menggunakan peralatan bergantian.

Comments

Popular posts from this blog

Jalan Rusak Membuat Hati Bergetar Melintasinya

Oleh M. Aziiz Shibghahtu'llah  KUNINGAN -- Jalan di Desa Longkewang Kecamatan Ciniru Kuningan keadaannya sungguh mengesankan hingga membuat masyarakat di sana kewalahan.  Bagaimana tidak, jalan yang berada di sepanjang arah menuju kuningan selatan sangat menggelitik hati. Memasuki Desa Cibinuang, Jln Ciniru-kaduges, jalan hotmix yang membentang menyejukkan pemandangan dan menentramkan hati ketika dilalui. Namun, sesampainya di Tugu SeLamat Datang Desa Longkewang, mulai terlihat kondisinya berlubang serta banyak material jalan yang bertebaran hampir di sepanjang jalan. Kondisi jalan tersebut menjadi cukup rawan. Hingga membuat pengendaraan baik itu roda dua maupun roda empat harus ekstrahati-hati karena kondisi jalan yang rusak dan curam cukup membuat hati bergetar melintasinya, sering kali ada pengendara yang mengalami kecelakaan dan mengalami rem blong. Atas kondisi ini,warga setempat berharap ada perhatian dari pemerintah Kabupaten Kuningan untuk segera melakukan perbaikan j...

Sekilas Cerita Aziiz

Oleh : M. Aziiz Shibghahtu'llah M. Aziiz Shibghatu’llah lahir di Jambi pada 04 April 20 tahun silam, Buah dari pasangan Khaerul Huda dan Lindawati. Ia merupakan anak ke dua dari empat  bersaudara, sejak  kecil ia diajari untuk tumbuh menjadi anak yang mandiri dan sederhana.  Menginjak umur 4 tahun, keluarganya harus meninggalkan kota jambi dan pindah ke Kota Kuningan Jawa Barat. Ia pun akhirnya mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Dasar SD 1 Singkup, SMPN 1 Japara, dan SMAN 1 Jalaksana.  Sejak duduk di bangku SMA dia memiliki Sahabat Karib yang begitu baik, dan menurutnya mereka adalah tempat untuk berkeluh kesah, mereka adalah Iqbal, Sidik, Tia, Adin, Farhan, dan Adit. Waktu luangnya slalu digunakan untuk berkumpul dengan mereka tanpa ada rasa bosan. Pertemanan pun masih terjalin sampai sekarang.  Waktu terus bergulir,akhirnya pria berambut gondrong inipun telah menyelesaikan studinya di SMA dan melanjutkan pendidikan ke jenjang Perguruan Tinggi di STKIP Muha...